Board Communities in Formation of Qanun Regional in Aceh Parliament

  • S. Amirulkamar UIN Ar-Ranirry Banda Aceh
  • Ismail Lecturer in University of Iskandarmuda
Keywords: community council; formation of Qanun regional

Abstract

The Government system of the Unitary State of the Republic of Indonesia according to the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia recognizes and respects special or special regional government units (Special in the Religious Field, Special in the Field of Education and Special in the Customary Field) regulated by Constitution. In this case the Regional People's Representative Council (DPRD), which is abbreviated as DPRD, but names Aceh as a Provincial Region in the Unitary State of the Republic of Indonesia system based on the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia and the title of elected government official will be determined by the DPRA after the 2009 general election. This is only a change in the legal nomenclature with the status remains in the position of Aceh Privileges. This long journey is the existence of the Council community in the formation of the Regional Qanun in the Aceh Parliament in the form of a legislative body as one of the tools of the DPRA that manages the formation of the Regional Qanun which is carried out jointly with the Regional Head. This is done with the delegation of government authority to the Regional Regions as a political tool in the struggle for human rights and the rights of social aspirations, as well as the Aceh People's Representative Council or the Aceh DPR as a nomenclature of legislative institutions in regions that have legitimated importance in governance. The regulation of laws and regulations in Indonesia as a constitutional basis for the 1945 Constitution of the Unitary State of the Republic of Indonesia article 18B paragraph (1) states that "the State recognizes and respects special or special regional government units that are regulated by laws invite.

References

Agustino, Leo. (2014) Edisi Revisi, Dasar-dasar Kebijakan Publik, Bandung: IKAPI Penerbit Alfabeta.
Amirulkamar, Sayed. (2017). Kebijakan Protokoler Pimpinan dan Anggota DPRA (Studi Implementasi Kebijakan Kedudukan Protokoler dan keuangan Pimpinan dan Anggota DPRA berdasarkan Qanun nomor 2 tahun 2007).
Budiardjo, Mariam. (2014). Dasar-dasar Ilmu Politik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Bungin, Burhan. (2013). Metodologi Penelitian Kuantitatif. Jakarta: Kencana.
Djojohadikusumo. (2013). Dinamika dan kapasitas dewan perwakilan rakyat daerah dalam tata pemerintahan demokratis, Erlangga, Jakarta.
Dwiyanto, Agus, et al. (2014). Reformasi Birokrasi Publik di Indonesia. Yogyakarta: Pusat Stusi Kependudukan dan Kebijakan UGM.
Dunn, William N. (2013). Pengantar Analisis Kebijakan Publik. Yogyakarta: Gajahmada University Press.
Gaffar, Affan. (2012). Otonomi Daerah Dalam Negara Kesatuan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Islamy, M. Irfan. (2013). Prinsip-Prinsip Perumusan Kebijaksanaan Negara. Jakarta: Bina Aksara.
Juliansyah. (2013). Sistem Politik Indonesia Pasca Reformasi. Bandung: Mandar Maju. Kaho, Josep Riwu. (2012). Prospek Otonomi Daerah di Negara Kesatuan Republik Indonesia, Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Kacung, Marijan. (1212). Sistem Politik Indonesia. Jakarta: Kharisma Putra Utama.
Lubis, Fahmi, et al. (2016). Hukum Persaingan Usaha antar Teks dan Konteks, Jakarta: GTZ Press.
Maleong, Lexy J. (2014). Metodologi Penelitian Kualitatif. Edisi Recvisi, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Miriam, Budiarjo. (2013). Partisipasi dan Partai politik. Jakarta: CSIS.
Nisjar, Karhi dan Winardi. (2012). Teori Sistem dan Pendekatan Sistem dalam Bidang Manajemen. Bandung: Mandar Maju.
Pranarka, dan Vidhyandika. (2013). Pemberdayaan Konsep, Kebijakan dan Implementasi dalam, Pemberdayaan (Empowerment). Jakarta: CSIS.
Prijono, Onny S dan Pranarka. (2012). Pemberdayaan Konsep, Kebijakan dan Implementasi. Jakarta: CSIS.
Prasetya, Irawan. (2014). Metodologi Penelitian Administrasi. Jakarta: UT.
Riyant, Nugroho. (2014). Public Policy: Teori, Manajemen, Dinamika, analisis, Konvergensi dan Kimia Kebijakan. Jakarta: PT Elex Media Komputindo
Sedarmayanti. (2014). Manajemen Sumber Daya Manusia, (Reformasi Birokrasi dan manajemen Pegawai Negeri Sipil), 2014. Bandung: PT. Refika Aditama.
Sekaran, Uma. (2014). Research Methods For Business: Metodologi Penelitian Untuk Bisnis. Jakarta: Salemba Empat
Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Sutrisno, Edy. (2013). Budaya Organisasi, Jakarta: Kencana Prenadamedia Group. Soetanyo. (2012) Metode Penelitian Kualitatif, Bandung: CV Alfabeta.
Suwanda, Dadang. (2016). Peningkatan Fungsi DPRD (dalam penyusunan Perda yang responsive). Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Undang-undang Nomor 11 Tahun 2006 Tentang Pemerintahan Aceh.
Undang-undang Nomor 2 Tahun 2008 Tentang Partai Politik dan Qanun Aceh Nomor 3Tahun 2008 Tentang Partai Lokal Peserta Pemilu Anggota DPR Aceh dan DPR Kabupaten/Kota.
Undang-undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan perundang- undangan dan Qanun Aceh Nomor 3 Tahun 2007 tentang Tatacara Pembentukan Qanun.
Undang-undang nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas undang-undang nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Jakarta: Sinar Grafika.
Winarno, Budi. (2014). Teori dan Proses Kebijakan Publik. Yokyakarta: Media Presindo.
Published
2020-03-03
How to Cite
S. Amirulkamar, & Ismail. (2020). Board Communities in Formation of Qanun Regional in Aceh Parliament. Konfrontasi: Jurnal Kultural, Ekonomi Dan Perubahan Sosial, 9(1), 29-39. https://doi.org/10.33258/konfrontasi2.v9i1.94
Section
Articles